Endapan nikel laterit di Soroako terbentuk karena proses pelapukan
dari batuan ultramafik yang terbentang dalam suatu singkapan tunggal
terbesar di dunia seluas lebih dari 120 km x 60 km. Sejumlah endapan
lainnya tersebar di provinsi Sulawesi Tengah dan Tenggara.
Operasi penambangan nikel PT Inco di Soroako digolongkan sebagai tambang
terbuka dengan tahapan sebagai berikut:
Pemboran
pada jarak spasi 25 - 50 meter untuk mengambil sample batuan dan tanah
guna mendapatkan gambaran kandungan nikel yang terdapat di wilayah tersebut
Pembersihan dan pengupasan
lapisan tanah penutup setebal 10– 20 meter yang kemudian dibuang
di tempat tertentu ataupun dipakai langsung untuk menutupi suatu wilayah
purna tambang.
Penggalian
lapisan bijih nikel yang berkadar tinggi setebal 5-10 meter dan dibawa
ke stasiun penyaringan.
Pemisahan
bijih di stasiun penyaringan berdasarkan ukurannya. Produk akhir hasil
penyaringan bijih tipe Timur adalah -6 inci, sedangkan produk akhir
bijih tipe Barat adalah – 4/-2 inci.
Penyimpanan
bijih yang telah disaring di suatu tempat tertentu untuk pengurangan
kadar air secara alami, sebelum dikonsumsi untuk proses pengeringan
dan penyaringan ulang di pabrik.
Penghijauan
lahan-lahan purna tambang. Dengan metode open cast mining yang dilakukan
sekarang, dimana material dari daerah bukaan baru, dibawa dan dibuang
ke daerah purna tambang, untuk selanjutnya dilakukan landscaping, pelapisan
dengan lapisan tanah pucuk, pekerjaan terasering dan pengelolaan drainase
sebelum proses penghijauan/penanaman ulang dilakukan.